Pantun dalam drama

The pantun-rhyming in the TV drama is perfect but the syllables are not within the range due to spontaneous improvisation.
Biji durian tersekat dekat halkum;
assalamualaikum.
Makan nasi dalam talam;
walaikummussalam.
Hari-hari bawa senduk
Silakan duduk.
Biji Selasih Daun Selasih
Terima kasih.
Nampak hantu mati tergujat
Datang sini apa hajat?
Buah kelapa buah pinang;
Hajat saya datang ke sini nak masuk meminang.
Ikan bawal ikan duka
Kamu ni ada duit ke?
Burung nuri burung bayan;
Duit saya banyak satu tempayan.
Pergi memancing membawa joran;
Datang sini kena bawa duit hantaran.
Kasih ibu kasih ilailah
Eh Tak ada hal-lah
Dalam rambut ada kutu;
Duit hantaran lima belas ribu serba satu.
Mandi sungai kena sengat;
Takkan-lah mahal sangat.

One thought on “Pantun dalam drama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s